Suasana khidmat menyelimuti Balai Desa Pakel pada Kamis malam, 23 April 2026. Bertepatan dengan penanggalan Jawa Malam Jumat Legi, Pemerintah Desa bersama tokoh masyarakat dan warga setempat menggelar tradisi tahunan Bersih Desa.
Kegiatan tahun ini mengusung tema yang sarat makna: "Satu Hati dalam Doa, Berbagi Berkah dengan Tradisi". Ritual ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud syukur kolektif atas limpahan rezeki serta permohonan perlindungan bagi seluruh warga desa.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Pakel, Bapak Suwasis. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai perekat kerukunan antarwarga.
"Tradisi ini adalah cermin kebersamaan kita. Dengan berdoa bersama, kita menyatukan hati demi kemajuan dan keselamatan Desa Pakel ke depannya," ujar Suwasis.
Memasuki inti acara, suasana menjadi semakin hening saat prosesi doa bersama dimulai:
-
K. Gunari memimpin jalannya doa bersama yang diikuti oleh seluruh jamaah dengan penuh kekhusyukan.
-
Zainudin kemudian melanjutkan rangkaian doa, memohon keberkahan dan ketenteraman bagi lingkungan desa.
Puncak acara ditutup dengan tradisi Ambengan, sebuah simbol sedekah bumi dan gotong royong. Prosesi ini dipimpin langsung oleh sesepuh desa yang dihormati, Mbah Musidi.
Di hadapan deretan nasi tumpeng dan aneka lauk-pauk yang dibawa warga, Mbah Musidi memimpin doa penutup serta pembagian berkat. Tradisi makan bersama ini menggambarkan filosofi "Berbagi Berkah", di mana tidak ada sekat antara perangkat desa dan warga—semuanya luluh dalam satu hati dan satu nampan.